Print

Kegiatan 2016 - Disperindag

Written by Yanti Arief on . Posted in Dinas

Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kab. Sinjai gelar Sidak Harga di Pasar Sentral Sinjai paska turunya Harga BBM yang dipimpim langsung Ketua TPID Sinjai, H.Taiyeb A. Mappasere, SH, Sabtu (2/4) pagi.

SEKDA GELAR SIDAK DI PASAR SENTRAL SINJAI

Sekretaris Daerah Kabupaten Sinjai, H. Taiyeb A Mappasere beserta Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) menggelar Inspeksi Mendadak (Sidak) di sejumlah Pedagang di Pasar Sentral Sinjai, Minggu (15/5). Sidak tersebut untuk memantau harga kebutuhan pokok jelang Ramadhan.

Dari hasil pemantauan itu ditemukan beberapa jenis barang seperti gula pasir yang mengalami kenaikan dari Rp 13 ribu naik menjadi Rp14 ribu perliter. Selain itu, telur ayam ras juga mengalami kenaikan harga sebesar Rp 2 ribu per rak, dari Rp 32 ribu naik menjadi Rp 34 ribu per rak. Menyikapi hal itu, Sekda Sinjai, H. Taiyeb A Mappasere akan membicarakan persoalan kenaikan harga ini dengan pihak terkait."yang jelas adanya kenaikan harga yang kita temukan dipasar, akan kita rapatkan bersama dengan Dinas terkait,"pungkasnya

Jelang Ramadhan Tim TPID Sinjai Kembali Pantau Harga Pasar

Sepuluh hari menjelang bulan suci Ramadhan 1437 Hijriah,  Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kab. Sinjai kembali melakukan pemantauan harga barang kebutuhan pokok, di Pasar Sentral Sinjai, Jumat (27/05) pagi. 

Pemantauan ini dipimpin Ketua TPID yang juga Sekretaris Daerah Kab. Sinjai, H. Taiyeb A. Mappasere, didampingi oleh Kepala Dinas Perhubungan, H. Firdaus, Kepala Bagian Perekonmian detdakab Sinjai, A. Asdar Paddu. 

Pemantauan harga barang ini akan dilakukan TPID Sinjai secara intensif hingga menjelang pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriah. Selain harga, yang menjadi sasaran pemantauan adalah kualitas dan stok barang yang dijual pedagang.

Pertengahan Puasa Harga Cenderung Stabil

Pertengahan bulan puasa tahun ini sejumlah harga bahan pokok mengalami penurunan. Hal tersebut terungkap ketika Ketua Tim pengendali Inflasi daerah (TPID) Sinjai, H. Taiyeb A. Mappasere melakukan pemantauan harga sembako di pasar Sentral Sinjai Minggu(19/6).

Dari pantauan tersebut  komoditas bahan pokok yang mengalami penurunan harga, seperti cabai merah dan cabai keriting pada awal ramadan mencapai Rp 35-40 ribu/kg, kini turun menjadi Rp 15-25 ribu/kg.

Selain itu, harga sayur-sayuran seperti  kol, kentang, dan tomat juga mengalami penurunan harga. Turunnya beberapa harga kebutuhan pokok ini kata Tayeb disebabkan menurunnya permintaan konsumen, sedangkan pasokan melimpah.

"Dibeberapa daerah seperti di kecamatan Sinjai Borong dan Sinjai Barat saat ini lagi panen cabai sehingga pasokan banyak, namun disisi lain permintaan konsumen menurun sehingga ini menyebabkan harganya turun,' katanya.

Menurutnya, walaupun harga sudah turun, tetapi sebagian komoditas harganya tetap stabil yakni bawang putih yang harganya mencapai 35-37 ribu/kg, bawang merah 25-30 ribu/kg serta harga daging yang juga tetap bertahan pada harga Rp 100 ribu/kg.

Ketua TPID Sinjai berharap harga sembako ini tetap bertahan dan tidak mengalami lonjakan harga ketika menghampiri hari lebaran nanti. "Kita akan tetap rutin memantau harga ini dan kami harap tidak ada pedagang yang memainkan harga menjelang lebaran nanti," ungkapnya.

Selain penurunan harga dalam pantauan tersebut juga ditemukan  bahan makanan yang mengandung bahan berbahaya, seperti cendol warna warni yang menggunakan bahan pengawet serta pewarna berbahaya.(lail)

 

 

 

Print

Kegiatan 2016 - Dinas Perikanan & Kelautan

Written by Yanti Arief on . Posted in Dinas

Dinas PK Sinjai Sosialisasikan Larangan Lintas Batas Perairan

Satuan Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Sinjai yang dikepalai Ir. Sultan H. Tare menggelar sosialisasi bagi nelayan Sinjai, Sabtu (5/3/16), terkait larangan melintasi batas perairan di luar wilayah Sinjai maupun Indonesia.

Sultan H. Tare mengatakan, dalam sosialisasi ini para nelayan perbatasan diminta untuk memahami ketentuan pemberlakukan penangkapan ikan di luar batas wilayah mengingat 55 nelayan asal Sinjai yakni 10 orang tertangkap tahun 2011 dan 45 orang di tahun 2014 terpaksa harus berurusan dengan aparat hukum di luar negeri karena melanggar batas wilayah penangkapan ikan seperti di Australia dan Timur Leste. Namun sejak dilakukannya sosialisasi seperti ini sejak tahun 2015 lalu, tidak ditemukan lagi adanya nelayan Sinjai yang tertangkap melakukan illegal fishing.

Dengan adanya sosialisasi ini, Sultan berharap agar para nelayan Sinjai diharapkan dapat memahami aturan terkait larangan melintas batas saat melaut.

“sosialisasi ini tetap kita tingkatkan terus untuk memberikan pemahaman dan penyadaran kepada nelayan yang akan melintas batas atau ke provinsi lain,” ujar Sultan.

====================

NELAYAN SINJAI DIBEKALI PELATIHAN PENGOPERASIAN ALAT TANGKAP IKAN

Kementerian Kelautan dan Perikanan Melalui Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan Aertembaga untuk menggelar Pelatihan Pengoperasian Alat Penangkap Ikan Rawai Dasar Angkatan 1 dan 2, di gedung Pertemuan Pusat Pendaratan Ikan (PPI) Lappa, Sinjai, Selasa (17/5).

Kegiatan yang diikuti oleh 30 peserta dari 3 Kecamatan pinggiran pantai, yakni Kecamatan Sinjai Utara, Sinjai Timur, Tellu Limpoe bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dam sikap pelaku utama perikanan dalam pengoperasian alat penangkapan ikan rawai dasar. Hadir dalam pelatihan tersebut, Sekda Kabupaten Sinjai, H. A. Taiyeb A. Mappasere, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, Ir. Sultan H Tare, Ketua Panitia Pelaksana, Julister Sonobe, ST. Sekda Kabupaten Sinjai, H. A. Taiyeb A Mappasere yang ditemui usai pelatihan berlangsung mengatakan, bahwa kegiatan ini digelar agar bagaimana teknologi yang sederhana, namun bisa membantu meningkatkan pendapatan melalui tangkapan ikan mereka yaitu penggunaan alat tangkap yang namanya rawai dasar, dan alat ini juga ramah lingkungan. Lebih lanjut, H A. Taiyeb berharap agar para peserta lebih serius dalam latihan dan dapat memanfaatkan pelatihan tersebut, agar pendapatan para masyarakat khususnya para Nelayan dapat lebih meningkat serta lebih sejahtera