Minggu, 19 November 2017
Program KOTAKU Sasar 67,49 Hektar Lahan Kumuh di Sinjai

Program KOTAKU Sasar 67,49 Hektar Lahan Kumuh di Sinjai

Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman, Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KPUPR) meluncurkan program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), dalam rangka meningkatkan peran masyarakat dan memperkuat peran Pemerintah Daerah dalam percepatan penanganan kawasan kumuh di Tanah Air.

Asisten Koordinator Kota (Askot) Sudirman Museng saat ditemui Senin (13/11) mengatakan, berdasarkan SK Bupati terdapat 8 titik atau kawasan kumuh di Kecamatan Sinjai Utara yang akan menjadi sasaran program Kota tanpa Kumuh (KOTAKU) dengan luas lahan, 67,49 Hektar. Kawasan ini terdapat di 4 kelurahan yakni Kelurahan Biringere, Kelurahan Balangnipa, Lappa dan Kelurahan Bongki.

Masih luasnya wilayah kumuh di Kota Sinjai, menurut dia, menjadi salah satu parameter untuk melakukan penataan wilayah dan pembangunan sebagai upaya mengentaskan kemiskinan. Sebab, bebasnya wilayah kumuh merupakan salah satu program Tujuan Pembangunan Milenium (MDGS).

Program KOTAKU ini menurutnya kolaborasi dan komitmen bersama anata pemeritah pusat dan pemerintah daerah terkait kebijakan dan strategi dalam pencegahan dan peningkatan kualitas pemukiman kumuh serta untuk membangun daerah agar ada peningkatan kualitas dalam pelaksanaan program ini.

“Program kotaku (Kota Tanpa Kumuh) merupakan program Nasional yang dilaksanakan secara Nasional di 269 kabupaten/kota pada 34 propinsi, dan salah satunya di Kabupaten Sinjai ,” tuturnya.

Untuk menata wilayah kumuh tersebut kata Sudirman pemerintah Pusat telah menglokasikan dana sebanyak Rp. 500 juta setiap kelurahan untuk melakukan berbagai upaya, seperti penataan perumahan penduduk, perbaikan sanitasi lingkungan, dan perbaikan rumah tidak layak huni.

“Apalagi, pemerintah pusat dari Kementerian Perumahan Rakyat saat ini menggalakkan program 100-0-100, yakni 100% akses air bersih, 0% kumuh, dan 100% sanitasi sehat, yang ditargetkan tercapai pada 2019,”, jelasnya.

Sementara itu Bupati Sinjai, H. Sabirin Yahya mengapresiasi adanya program Kotaku tersebut. Ia berharap kedepan, untuk mengatasi permukiman kumuh perlu penegakan aturan yang tegas. Selain itu, harus ada kesadaran masyarakat untuk berperilaku hidup bersih.

“Program tersebut membantu Pemkab Sinjai di tengah keterbatasan anggaran, kalau hanya mengandalkan anggaran kabupaten jumlahnya minim,” tuturnya. (AaN)

 

KOTAKU Program Targeting 67,49 Hectares of Slum Land in Sinjai

Directorate of Settlement Area Development, Directorate General of Human Settlements of the Ministry of Public Works and People’s Housing (KPUPR) launched the Uncooked City program (Kotaku), in order to improve the role of the community and strengthen the role of Local Government in accelerating the handling of slums in the country.

Assistant Coordinator of the City (Askot) Sudirman Museng when found on Monday (13/11) said, based on the Decree of the Regent there are 8 points or slums in North Sinjai District which will become the target of City without Slums (KOTAKU) with the land area, 67.49 Hectares . This area is located in 4 sub-districts of Biringere, Balangnipa, Lappa and Bongki.

The extent of slum areas in Sinjai City, according to him, became one of the parameters to do the structuring of the region and development as an effort to alleviate poverty. Therefore, the slum-free area is one of the Millennium Development Goals (MDGS) program.

This KOTAKU program according to the collaboration and commitment together with anata of central government and local government related to policies and strategies in preventing and improving the quality of slums and to build the area for quality improvement in the implementation of this program.

“My city program (Kota Tanpa Kumuh) is a national program implemented nationally in 269 districts / cities in 34 provinces, and one of them in Sinjai District,” he said.

To arrange the slum, said Sudirman, the central government has blocked Rp. 500 million each urban village to make various efforts, such as the arrangement of housing residents, improvement of environmental sanitation, and home improvement is not suitable for habitation.

“Moreover, the central government of the Ministry of Public Housing is currently promoting 100-0-100 programs, namely 100% access to clean water, 0% slum, and 100% healthy sanitation, which is targeted to be achieved in 2019,” he explained.

Meanwhile, Regent of Sinjai, H. Sabirin Yahya appreciated the Kotaku program. He hopes in the future, to overcome the slums need strict enforcement of the rules. In addition, there must be public awareness to behave cleanly.

“The program helps the Sinjai Regency in the midst of budget constraints, if only rely on district budgets, the amount is minimal,” he said.

Komentar Facebook

About Aan