Jumat, 24 Maret 2017
PROSESI PESTA ADAT RAKYAT MA’RIMPA SALO

PROSESI PESTA ADAT RAKYAT MA’RIMPA SALO

SUNGAI BUA – SANJAI KECAMATAN SINJAI TIMUR KABUPATEN SINJAI

Dalam event of kalender kepariwisataan Kabupaten Sinjai, salah satu dari tiga kegiatan wisata budaya adalah Ma’rimpa Salo. Pesta rakyat Ma’rimpa Salo yang dilaksanakan secara turun temurun oleh masyarakat di Desa Sanjai dan Desa Bua Kecamatan Sinjai Timur.

Berdasarkan data dan informasi masyarakat setempat, bahwa pesta rakyat Ma’rimpa Salo bermakna sebagai suatu bentuk kegiatan menangkap ikan air tawar (sungai) dengan jalan menghalau ikan dari arah hulu sungai menuju muara. Kegiatan ini dilakukan secara bergotong royong pada Dau Desa (Karuan dulu) sebagai ungkapan puji dan syukur kepada Tuhan YME atas segala bentuk keberhasilan Lao Ruma (panen padi) maupun keberhasilan Mappaenre Bale (panen ikan) setiap tahunnya.

Ma’rimpa Salo pada zaman dahulu kala, merupakan pesta rakyat kerajaan khususnya dalam lingkungan kerajaan Sanjai dan Kerajaan Bua. Pesta rakyat ini dilaksanakan secara bersama-sama oleh semua lapisan masyarakat sehingga sering juga disebut Mappaenre Sihanua.

Dalam pelaksanaannya, pesta ini mempunyai beberapa komponen yang saling berkaitan dalam kesuksesan kegiatan tersebut. Pelaksanaan pesta rakyat Ma’rimpa Salo dilakukan oleh segenap komponen pelaku  yang telah ditentukan dalam suatu musyawarah adat.

Komponen-komponen yang dimaksud adalah :

1. Arung (kepala desa), yang merupakan pembuat dan pengambil keputusan tertinggi dalam pelaksanaan kegiatan Pesta rakyat tersebut serta memberikan tugas kepada masyarakatnya dan mengawasi pelaksanaan dari pesta tersebut.

2. Gella (Kepala Kampung) dan To Matoa Kampong (Pemuka Masyarakat) merupakan pengatur dan pelaksana di lapangan dibawah pengawasan Arung (Kepala Desa) sekaligus bertindak sebagai penanggung jawab pelaksana Pesta Rakyat tersebut.

3. Pengatur acara adalah komponen yang mengatur, merencanakan, mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan  pelaksanaan pesta rakyat  dan bertanggung jawab atas kesuksesan pesta rakyat tersebut.

4. Pabelle adalah komponen yang bertugas menyiapkan perangkat pesta adat pada bagian laut.

5. Ponggawa Lopi dan awak perahu sebagai pengendali dan peran pendamping dari 8 berlangsungnya Pesta Adat tersebut.

6. Sanro /Dukun (Pemuka Adat) yang berperan serta dalam mengamankan jalannya ritual adat, dalam hal ini sebagai penengah segala urusan pesta ini.

7. Paggenrang adalah komponen pemusik di atas perahu.

8. Paddarreheng atau Paddawa-dawa adalah perangkat yang mempersiapkan acara kenduri pesta rakyat berupa makanan dan minuman para pelaksana.

9. Masyarakat luas dan Pemerintah Kabupaten Sinjai.

Dalam mempersiapkan segala sesuatunya, komponen ini telah siap dan tinggal penentuan hari acara ritual pesta rakyat Ma’rimpa Salo. Sebelum masa pelaksanaan pesta ini, perangkat adat terlebih dahulu melakukan musyawarah untuk menentukan hari pelaksanaannya. Hasil dari mufakat ini merumuskan hal-hal sebagai berikut :

1. Pemberitahuan kepada khalayak ramai, masyarakat luas tentang rencana pelaksanaan pesta rakyat Ma’rimpa Salo yang segera akan tiba masa pelaksanaannya.

2. Pertemuan resmi semua komponen pelaksana/pelaku bersama-sama dengan pemuka masyarakat untuk menetapkan hari pelaksanaan pesta rakyat Ma’rimpa Salo.

3. Pembahasan rencana acara pesta rakyat Ma’ rimpa Salo.

Prosesi puncak acara pelaksanaan Ma’rimpa Salo.

Setelah persiapan pendahuluan tersebut, beberapa prosesi pelaksanaan sebagai berikut :

Acara Kearuan selama tiga hari oleh masyarakat setempat berupa kesenian dan permainan rakyat, acara-acara pendukung seperti : Mappelo, Ma’lanca, pencak silat kembang dan atraksi-atraksi lainnya. Kegiatan lainnya yang merupakan fasilitas pesta adat ini seperti pembuatan Baruga/Hala Suji, Pemancangan dan pemasangan alat perangkap berupa Belle serta kapal-kapal perahu.

Persiapan acara inti Ma’rimpa Salo dengan keberangkatan perangkat pelaksana ke hulu diantar oleh Ponggawa Lopi dan para Awak perahu, sementara itu pemasangan jaring dan rompong serta pengaturan perahu-perahu dari arah yang sama sepanjang sungai. Sanro memimpin pembacaan Do’a oleh pemuka agama agar diberikan kesuksesan dalam pelaksanaannya. Selanjutnya para Paggenrang mulai menabuh genderang di atas perahu. Para awak perahu dengan kendali ponggawa lopi mulai menjalankan perahu secara perlahan dan menarik tali pengikat jarring dan rompong menuju muara sungai, yang disertai dengan teriakan/ucapan serta beramai-ramai : Hei i….Hellakki, Ruikki….,Heaa………, teriakan tersebut terus menerus diiringi dengan tabuhan alat musik. Begitu ramai para masyarakat dan perangkat adat dalam prosesi ini, disinilah puncak dari keramaian pesta rakyat Ma’rimpa Salo. Pada saat perahu dengan awak mulai merapat pada belle yang telah dipasang sebelumnya, belle yang dipasang dipersiapkan untuk menjebak dan menampung ikan-ikan yang telah di Rimpa (dihalau), setelah rombongan Pa’rimpa tiba disisi belle dan ikan telah masuk pada belle, maka penutup belle ditutup, selanjutnya masyarakat dan pengunjung beramai-ramai turun ke belle dan menggunakan jaring hunre (jala) atau dengan tangan kemudian diserahkan kepada Paddareheng untuk dibakar beramai-ramai dan disajikan pada para Petinggi/Pengunjung dan disantap beramai-ramai. Demikianlah prosesi pesta adap rakyat Ma’rimpa Salo yang dilaksanakan pada bulan September  tahun berjalan.

============

MA’RIMPA SALO FOLK TRADITIONAL CEREMONY
Folk Customs Festival Procession Ma’rimpa Salo
Bua River- SanjaiEast Sinjai district

In the event of the calendar Sinjai tourism, one of the three cultural tourism activities are Ma’rimpa Salo. Party people Ma’rimpa Salo held for generations by the people in the village Sanjai and Bua Village East Sinjai district.

Based on the data and information of local communities, that the party of the people Ma’rimpa Salo meaningful as a form of freshwater fish (river) to block the path of the fish upstream to the mouth of the river. This activity is done worked together at Dau village (Erratic used) as an expression of praise and thanksgiving to Almighty God for any success Ruma Lao (rice crop) and the success Mappaenre Bale (harvested fish) each year.

Ma’rimpa Salo in the days of yore, a party of the people, especially in environments royal kingdom and kingdom Sanjai Bua. Party of the people is carried out jointly by all levels of society so often called Mappaenre Sihanua.

In practice, this party has several interrelated components in the success of these activities. Implementation of the party of the people Ma’rimpa Salo made by all components of the actors that have been specified in a custom consultation.

The components in question are:

1. Whitewater (village head), which is the highest decision-makers and in the conduct of the people’s party, and assign tasks to people and oversee the implementation of the party.

2. Gella (village head) and To Matoa Kampong (Community Leaders) are regulators and implementers in the field under the supervision of Sobek (village head) as well as acting as the responsible executive of the People’s Party.

3. Event manager is a component that organize, plan, prepare everything related to the implementation of the party and the people responsible for the success of the party of the people.

4. Pabelle is the component in charge of preparing the traditional feast on the sea.

5. Ponggawa Lopi and crew of the boat as the controller and the companion role of the Traditional Feast of the ongoing 8.

6. Sanro / Shaman (Indigenous leaders) who participated in the course of securing the customary rituals, in this case as the arbiter of all party affairs.

7. Paggenrang is a component of musicians on a boat.

8. Paddarreheng or Paddawa-dawa is a device that prepares a feast event party of the people, such as food and beverage implementers.

9. Society at large and the Government Sinjai.

In preparing everything, this component has been prepared and stay determination folk feast day rituals Ma’rimpa Salo. Prior to the implementation of this party, the first indigenous conduct deliberations to determine the implementation. The results of this consensus to formulate the following matters:

1. Notice to the general public, the general public about the implementation plan Ma’rimpa Salo party of the people that will soon arrive implementation period.

2. Official meeting all implementing components / actors together with community leaders to set the day of the party of the people Ma’rimpa Salo.

3. Discussion party plan people’s Ma ‘Rimpa Salo.

Procession of the top event Ma’rimpa implementation Salo.

After the preliminary preparations, several processions implementation as follows:

Kearuan event for three days by the local community in the form of art and folk games, supporting events such as: Mappelo, Ma’lanca, martial arts flowers and other attractions. Other activities which are the traditional party facilities such as the manufacture of Baruga / Hala Suji, Piling and installation of a trap Belle boats and ships.

Preparation of core event Ma’rimpa Salo with the device executing upstream departure escorted by Ponggawa Lopi and the crew of the boat, while the installation of nets and rompong and setting the boats from the same direction along the river. Sanro reading Benediction led by religious leaders to be given the success of the implementation. Furthermore, the Paggenrang began beating the drums on a boat. The crew of the boat with the control Ponggawa Lopi boat slowly began to run and pull rope nets and rompong toward the mouth of the river, accompanied by shouts / words and rollicking: Hey i …. Hellakki, Ruikki …., ……… Heaa, shouts the wasps constantly accompanied by musical instruments. So crowded the indigenous people and devices in this procession, where the peaks of the people party crowd Ma’rimpa Salo. By the time the boat docked on the crew began pre-installed belle, belle mounted and prepared to accommodate trap fish that have been in the Rimpa (driven), after the group arrived at a Pa’rimpa belle and fish have entered the belle, then cover belle closed, then the community and visitors trooped down to belle and use hunre nets (nets) or by hand and then handed over to Paddareheng to be grilled and served on the officer / offline and eaten abuzz. Thus the procession of people Ma’rimpa Salo will held in September of the current year.

About admin