Minggu, 19 November 2017
Puluhan Petugas Laboratorium Ikuti Pelatihan Deteksi Dini Malaria

Puluhan Petugas Laboratorium Ikuti Pelatihan Deteksi Dini Malaria

Untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan para  tenaga mikroskopis, puluhan petugas laboratorium yang ada di Sinjai mengikuti pelatihan  peningkatan kapasitas petugas laboratorium program malaria yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Sinjai di  Aula Hotel Rofina Sinjai, pada  Rabu (08/11).

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan, dr. Andi Suryanto Asapa, dalam sambutannya mengatakan pelatihan tersebut untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan  para peserta khususnya tenaga mikroskopis yang bertugas di puskesmas dan di rumah sakit. Dirinya  berharap para petugas dapat lebih aktif dan  inovatif serta  terjun langsung di lapangan untuk mendeteksi secara dini penyakit yang ada di masyarakat khususnya malaria.

“Ini sangat diperlukan dalam menegakkan diagnosis dan sangat tergantung pada kompetensi dan kinerja petugas laboratorium,” jelasnya.

Penyakit malaria merupakan salah satu penyakit re-emerging yang sampai saat ini menjadi ancaman di daerah tropis dan sub-tropis yang sering menimbulkan wabah dan mempengaruhi angka kesakitan dan kematian pada bayi, balita, dan ibu hamil.

Hadir sebagai narasumber Kepala Laboratorium Entomologi dan Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, DR. dr. Isra Wahid. Ph.D , Pengelola Malaria Program Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Risma Malasari, SKM, dan Pengelola Balai Besar Laboratorium Kesehatan Makassar Nahdah, Amd. Ak. (L2)

 

Dozens of Laboratory Officers Follow Malaria Detection Training

To improve the capabilities and skills of microscopic workers, dozens of laboratory workers in Sinjai attended a training on capacity building of malaria laboratory workers conducted by Sinjai Health Office at Rofina Sinjai Hotel Hall on Wednesday (08/11).

This activity was opened by the Head of Health Office, dr. Andi Suryanto Asapa, in his speech said the training is to improve the skills and skills of the participants, especially microscopic personnel who served in the health center and in the hospital. He hopes the officers can be more active and innovative and plunge directly in the field to detect early disease in the community, especially malaria.

“This is very necessary in making the diagnosis and highly dependent on the competence and performance of laboratory personnel,” he explained.

Malaria is one of the most common re-emerging diseases that has been a threat in tropical and sub-tropical areas that often cause epidemics and affects morbidity and mortality in infants, toddlers and pregnant women.

Present as guest speaker Head of Entomology and Parasitology Laboratory Faculty of Medicine Hasanuddin University (Unhas) Makassar, DR. dr. Isra Wahid. Ph.D, Malaria Manager of South Sulawesi Provincial Health Office, Risma Malasari, SKM, and Management of Makassar Health Laboratory Nahdah, Amd. Ak.

Komentar Facebook

About lela