Senin, 23 Oktober 2017
Sepenggal Catatan Tentang Kopi Borong

Sepenggal Catatan Tentang Kopi Borong

Sinjai Borong – DESA Bontotangnga, Kecamatan Sinjai Borong, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan merupakan wilayah yang kaya tanaman kopi. Penduduk desa di kawasan pegunungan yang berjarak kurang lebih 40 kilometer dari ibu kota Sinjai itu pun umumnya bekerja sebagai petani kebun kopi.

Melimpahnya tanaman kopi di Desa Bontotengnga itulah yang dilirik Syamsul Bahri. Ia membeli buah kopi milik petani untuk diolah menjadi kopi bubuk.

Ide produksi kopi bubuk itu bermula tahun 2002 silam. Mantan guru sukarela salah satu sekolah menengah atas di Sinjai ini memulainya dengan modal sekenanya.

Bersama istrinya, Asiah, Syamsul Bahri membeli buah kopi dari kebun tetangga selanjutnya dibawa pulang ke rumah untuk diolah secara manual hingga menjadi kopi bubuk lalu dikemas dalam plastik kemudian dijual ke pasar trasisional.

“Saat itu saya melihat di Borong ini banyak kopi yang dihasilkan oleh petani tapi itu dibeli orang luar, jadi saya mengambil inisiatif untuk melakukan proses industri kopi bubuk,” kata Syamsul Bahri.

Bahan baku yang melimpah dan tingginya permintaan kopi bubuk membuat usaha Syamsul Bahri terus berkembang. Ayah empat anak ini kemudian mempatenkan produksinya dengan merek dagang Kopi Borong.

Pabrik Kopi Borong terus menggeliat hingga kemudian Syamsul Bahri mendapat bantuan peralatan produksi kopi bubuk dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sinjai.

Kopi Borong yang dipatenkan Syamsul Bahri juga kerap diikutkan dalam ajang pameran, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi. Kopi lokal ini acap kali diboyong untuk mewakili Sinjai lantaran rasanya yang khas.

Selain memasarkan Kopi Borong di Sinjai, Syamsul Bahri juga terus menyasar konsumen di sejumlah kabupaten di Sulawesi Selatan. Geliat usaha alumni Sekolah Menengah Teknologi Industri Makassar ini, pun dinilai sukses lantaran mampu mempekerjakan belasan warga Desa Bontotengnga yang semula menganggur.

Kini, omsetnya berkisar Rp.50 juta hingga Rp.60 juta perbulan, dengan kapasitas produksi minimal 500 kemasan kopi bubuk ukuran 250 gram setiap hari. (Sumber/Chali Kompas TV)

Komentar Facebook

About iswan