Kamis, 21 September 2017
Tim Akreditasi Kemenkes Nilai Dua Puskesmas di Sinjai.

Tim Akreditasi Kemenkes Nilai Dua Puskesmas di Sinjai.

Pemerintah Kabupaten Sinjai melalui Dinas kesehatan kembali menghelat penilaian Akreditasi Puskesmas yang diselenggarakan secara bersamaan yaitu UPTD puskesmas Samataring dan Lappadata yang dimulai dari tanggal 17-21 Mei 2017.

Kepala Dinas Kesehatan Sinjai dr.Andi Suryanto Asapa mengatakan di tahun 2017 ini ia menargetkan serta mengajukan tujuh puskesmas untuk dilakukan penilaian akreditasi dimana tahun sebelumnya empat puskesmas sudah mendapatkan hasil dari penilaian dengan kategori tiga puskesmas madya dan satu dasar.

Ditambahkan oleh mantan direktur RSUD ini, bahwa untuk seluruh Puskesmas lainnya secara perlahan akan dipenuhi berbagai kebutuhan yang bersentuhan dengan peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat

“Kita targetkan tahun 2018 semua puskesmas yang ada di Sinjai sudah terakreditasi, pengajuan tersebut dilakukan merujuk dari keharusan terhadap setiap Puskesmas dimana Aturan ini tertera pada Permenkes No. 46 tahun 2015 dimana kebutuhan untuk meningkatkan mutu layanan kesehatan, “katanya.

Kepala puskesmas Samataring Suherlan, SKM, M.Kes, dan Kepala puskesmas Lappadata Asrul SKM, ditempat terpisah mengatakan bahwa jauh hari sebelumnya selalu bekerja keras dengan pemanfaatan waktu yang ada sehingga persiapan telah dilakukan secara maksimal bersama dengan jajaran dinas kesehatan dalam hal ini SDM puskesmas yang terkait, dengan melibatkan lintas sektor /stakeholder.

“Kepala Dinas Kesehatan bersama dengan TIM pendamping dari dinas kesehatan tidak henti-hentinya selalu memberikan arahan dan petunjuk sehingga apa yang menjadi bahan kami sekarang insyaAllah bisa dipertanggung jawabkan pada surveyor dengan harapan mendapatkan nilai yang maksimal nantinya,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Seksi Yanprimer Dinas Kesehatan Sinjai dr. Fatmawati Sembang juga menuturkan, bahwa baru kali ini penilaian akreditasi diselenggarakan dengan waktu yang bersamaan tetapi dengan TIM Surveyor yang berbeda yaitu tiga orang surveyor di Samataring dan tiga orang surveyor di Lappadata sehingga dalam hal penilaian yang berlangsung berjalan dengan profesional.

“ Ada tiga hal perubahan besar yang mempengaruhi mutu pelayanan kesehatan diantaranya adalah sumber daya manusia yang terbatas, adanya kebijakan desentralisasi serta berkembangnya kesadaran pentingnya layanan mutu kesehatan, Jelas “dr. Fatma (AaN)

Komentar Facebook

About Aan