Sabtu, 29 April 2017

Visi Misi

Visi Misi Bupati dan Wakil Bupati Sinjai Periode 2013-2018

VISI

Terwujudnya Sinjai Bersatu yang sejahtera, unggul dalam kualitas hidup, terdepan dalam pelayanan publik

 Penjelasan Visi tersebut adalah :

  1. Sinjai Bersatu yang sejahtera adalah dengan semangat persatuan dan keputusan serta kebersamaan membangun kebutuhan dasar dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi melalui pemanfaatan daerah yang berwawasan lingkungan;

  2. Unggul dalam kualitas hidup adalah masyarakat Sinjai terdepan dalam pendidikan, kesehatan dan rukun dalam hidup beragama serta rukun dan damai dalam berbagai aspek kehidupan;

  3. Terdepan dalam pelayanan publik adalah masyarakat Sinjai mendapatkan jaminan pelayanan cepat, tepat dan terbaik dalam dukungan kualitas birokrasi yang handal, manajemen tata kelola pemerintahan yang baik, serta pelayanan dari aparatur yang bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme;

MISI

  1. Meningkatkan produktifitas dan pendapatan masyarakat melalui kebijakan ekonomi kerakyatan dan peningkatan infrastruktur pedesaan dan perkotaan.

  2. Meningkatkan sumber daya manusia dalam berbagai aspek kehidupan.

  3. Mewujudkan manajemen pemerintahan yang profesional, kepemimpinan yang profesional, kepemimpinan yang amanah dan pelayanan publik yang berkualitas.

STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN UMUM

Untuk mewujudkan visi dan misi, maka ada beberapa strategi dan arah kebijakan 5 tahun kedepan. Selain dari visi dan misi, juga telah dibuat kunci pokok sebagai dasar dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan, pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan Sinjai yakni LIMA ABDI disebut juga PANCA ABDI artinya sebagai calon Bupati pada saat terpilih menjadi abdi bagi masyarakat untuk menjalankan sebagai berikut :

  1. Mengabdi untuk masyarakat membangun bidang agama

  2. Mengabdi untuk masyarakat membangun bidang pendidikan

  3. Mengabdi untuk masyarakat membangun bidang kesehatan

  4. Mengabdi untuk masyarakat membangun bidang perekonomian

  5. Mengabdi untuk masyarakat membangun bidang infrastruktur

 STRATEGI meliputi :

  1. Peningkatan pertumbuhan ekonomi kerakyatan dengan berbasis pemanfaatan potensi lokal.

  2. Peningkatan sarana dan prasarana infrastruktur baik di pedesaan maupun perkotaan.

  3. Penyediaan proporsi penggunaan anggaran yang langsung dirasakan oleh masyarakat.

  4. Peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui keagamaan, pendidikan dan kesehatan serta berbagai aspek kehidupan lainnya.

  5. Peningkatan transparansi, komunikasi terbuka, kepastian hukum, serta efesiensi dan efektifitas pemanfaatan anggaran.

  6. Peningkatan kinerja organisasi pemerintahan yang baik.

Selanjutnya untuk mempertajam beberapa konsep tersebut diatas, maka dibuat suatu arah kebijakan, sehingga ketepatan sasaran antara rencana realisasi program dapat diwujudkan.

ARAH KEBIJAKAN UMUM

  1. Menumbuhkan ekonomi kerakyatan melalui fasilitas permodalan, penguatan kelembagaan perekonomian dalam hal menata ulang system birokrasi yang mudah dan murah serta pelayanan yang cepat pada lembaga seperti koperasi, KUD atau lembaga lainnya yang resmi yang diakui oleh pemerintahan. Peningkatan produksi dan mutu produksi pada :

  • Sektor pertanian tanaman pangan, dengan penyediaan sarana dan prasarana seperti peningkatan/pembangunan irigasi atau sumber mata air dengan kelengkapan peralatan dengan sarana produksi seperti bibit unggul, puput berimbang serta obat-obatan pertanian serta pengaktifan tenaga-tenaga penyuluh teknik pertanian (PPL) sebagai motor penggerak bagi petani dengan kemampuan pengetahuan teknis yang dipadukan dengan pengalaman petani.

  • Sektor perkebunan dan kehutanan mengembangkan berbagai jenis tanaman perkebunan yang disesuaikan dengan kondisi tanah wilayah pengembangan seperti, lada (merica), kakao (coklat), cengkeh, dan tanaman lainnya yang berkualitas ekspor termasuk pengembangan tanaman buah-buahan yang sudah dikembangkan oleh masyarakat, sekarang sektor kehutanan tetap akan mendukung program nasional tentang pelestarian kawasan hutan lindung disamping mengembangkan system hutan konversi (tebang tanam) dengan mengembangkan pelestarian tanaman rotan dan damar yang memberikan nilai manfaat terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

  • Sektor peternakan, melakukan bimbingan peternakan melalui dinas yang terkait dengan tetap mengembangkan ternak tradisional ini tetap dikembangkan system peternakan yang modern yaitu insimedasi bibit melalui Dinas Peternakan sehingga kebutuhan konsumsi masyarakat dapat juga memberikan pasokan ekspor ternak.

  • Sektor Perikanan Laut dan Darat, Kabupaten Sinjai merupakan geografi daerah yang sangat berpotensi mengembangkan sektor perikanan pada 2 jenis perikanan yaitu perikanan laut dan periakanan darat. Pada jenis perikanan laut yang sangat memberikan masukan pada PAD melalui retribusi, patut kalau sektor ini menjadi perhatian serius tentang pengembangannya, sehingga kami akan memprogramkan system budi daya dari berbagai jenis hasil laut. Misalkan budidaya ikan kerapu dengan budidaya keramba di Pulau Sembilan, budidaya rumput laut di pesisir Kecamatan Sinjai Timur dan Kecamatan Pulau Sembilan dan disamping budidaya ini juga nelayan penangkap ikan tongkol dan sejenisnya tetap diberi pembinaan dan fasilitas. Misalkan pembutas cortorice (sistem pembekuan ikan) untuk menampung ikan sehingga harga ikan tangkapannelayan tidak mengalami penurunan yang tidak seimbang dengan biaya tangkapan nelayan pada saat musim ikan dan kebutuhan suplay ikan terhadap konsumsi masyarakat tetap tersedia walaupun musim pancaroba, sedangkan perikanan darat tetap dilestarikan dengan bududaya bibit ikan bandeng (Bolu) dan budidaya iakan air tawar seperti ikan mas, karper, dan ikan lele dan khusus kelompok nelayan budidaya ini akan difasilitasi dengan alat komunikasi seperti laptop agar bisa berkomunikasi melalui internet tentang sistem budidaya di daerah lain dan bagi nelayan yang masih mempergunakan perahu sampan tanpa motor akan diberikan bantuan perahu motor. Hal ini dimaksudkan agar perkembangan wilayah penangkapan tidak hanya di pinggir laut dan sungai dengan demikian nilai produksinya bertambah, daya belinya meningkat sehingga kesejahteraan dinikmati sesuai kebutuhan.

  1. Membuka komunikasi dan menciptakan situasi nyaman bagi dunia usaha untuk berinvestasi, memberi peluang kemudahan rasa aman bagi investor, baik lokal maupun nasional dan internasional untuk bekerja sama dalam menanamkan modalnya.

  2. Pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana infrastruktur perekonomian antar Desa dan Desa, anatara Desa dan Kecamatan dan Kabupaten, dalam hal perbaikan, pemeliharaan dan pembangunan jalan, jembatan, pasar, irigasi, pasar dan yang lain berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat.

  3. Mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pembinaan masyarakat, khususnya antara lain :

  • Bidang Agama

    Menerapkan metode baca tulis Al’Quran di setiap tingkatan pendidikan di Kabupaten Sinjai dengan pendekatan bidang studi lokal, demikian pula kelompok-kelompok masyarakat. Misalnya kader PKK, Kader Karang Taruna, dan kelompok pengajian dan setiap lembaga SKPD dianjurkan terbentuk kelompok pengajian dan untuk memberikan semangat terhadap program ini akan diberikan bantuan naik haji / umroh setiap tahunnya dalam bentuk undian terhadap :

    – Petani kategori berprestasi

    – Nelayan kategori berprestasi

    – Pedagang ekonomi lemah

    – Kepala Dusun / Lingkungan RT/RW

    – Imam Desa/Kelurahan, Imam Dusun/Lingkungan, Guru Mengaji

    – Kader posyandu

    Selanjutnya mengadakan/membebaskan lahan untuk perkuburan umum pada masing-masing Desa/Kelurahan.

  • Bidang Pendidikan

    Untuk peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Sinjai langkah awal yang perlu dilakukan adalah penyebaran secara merata penempatan Guru dengan perbandingan jumlah siswa pada sekolah disetiap jenjang pendidikan mulai dari Taman Kanak-kanak, SD, SMP, dan SMA sederajat, sehingga tidak ada lagi keluhan masyarakat terkesan kekurangan Guru/Tenaga Pendidikan Nasional sesuai dengan Undang-Undang No. 20 tahun 2005 tentang Pembebasan Biaya SPP untuk Pendidikan SD, SMP, SMA dan sederajat akan lebih ditingkatkan biaya pendidikan melalui APBD Kabupaten dengan menetapkan standar perhitungan biaya yang disesuaikan dengan jumlah siswa dan RAPBS setiap sekolah sehingga kebutuhan biaya setiap sekolah dapat terpenuhi dan untuk lebih merangsang minat belajar terhadap siswa akan diberikan TABANAS untuk melanjutkan pendidikannya bagi siswa yang peringkat Satu, Dua dan Tiga tamat belajar disetiap tingkatan SD, SMP, SMA dan sederajat yang penilaiannya adalah peningkatan sona dan bagi Mahasiswa Perguruan Tinggi yang memiliki IPK minimal 3.00 dari masing-masing perguruan tinggi akan diberi kesempatan untuk menigkatkan pendidikan, dan Pemerintahan Daerah akan melakukan MOU/Kerjasama dengan UNM dan Perguruan Tinggi lainnya yang berkompeten terhadap tenaga pendidikan.

  • Bidang Kesehatan

    Pembangunan bidang kesehatan akan diarahkan pada lebih meningkatkan pelayanan umum pada masyarakat, disamping peningkatan kualitas tenaga kesehatan mulai dari dokter, perawat, dan bidan, juga lebih penting adalah peningkatan kualitas sarana dan prasarana kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah. Sehingga dapat mengurangi rujukan ke rumah sakit lain karena minimnya peralatan kesehatan yang ada pada Puskesmas, Pustu bahkan sampai pada Poskesdes (Pos Kesehatan Desa) pelayanan sosial kesehatan masyarakat, akan ditinjau dan mengkaji kembali sistem JAMKESDA. Dimana simbol kesehatan gratis walaupun masyarakat diharuskan membayar premi jauh sebelum sakit bahkan pelayanan obat setelah dirawat masyarakat yang harus membeli obat terlebih dahulu di apotik luar sehingga meresahkan sebagaian besar masyarakat kurang mampu termasuk merugikan PNS. Yang jauh sudah memiliki ASKES kemudian diwajibkan menjadi peserta JAMKESDA bahkan dikaitkan dengan pengurusan administrasi kepegawaian yang di urus PNS, seperti pengurusan KGB, kenaikan pangkat dan semua itu akan ditiadakan sehingga pelayanan kesehatan bagi PNS, hanya mempergunakan ASKES pelayanan sosial masyarakat akan kami programkan dengan sistem JAMKESDA jelas biasa berobat dirumah sakit dan ditempat pelayanan kesehatan dimana saja diseluruh wilayah Indonesia tanpa memungut biaya, angkutan ambulance untuk mengantar mayat/mayit dari RS ke rumah duka dalam wilayah kabupaten Sinjai serta mempersiapkan AMBULANCE mayat pada setiap kecamatan untuk pelayanan masyarakat umum.

  • Bidang Perekonomian

    Pembangunan bidang perekonomian diarahkan pada sektor pertanian, perikanan dan perdagangan umum serta UKM (Usaha Kecil Menengah) sehingga dapat meningkatkan daya beli masyarakat. Kali kedua ini jelas kesejahteraan masyarakat tercapai.

  • Bidang Infrastruktur

    Pembangunan infrastruktur diarahkan pada sarana dan prasarana yang menunjang ekonomi rakyat tertentu. Penajaman pelaksanaan membangun infrastruktur ini, disamping dari hasil MUSREMBANG yang dilaksanakan oleh masyarakat mulai dari tingkat Desa/Kelurahan, Kecamatan, dan tingkat Kabupaten sehingga apabila dilaksanakan jelas kebutuhan masyarakat terpenuhi sehingga masyarakat optimis merasa memiliki terhadap pembangunan yang dilaksanakan didaerahnya bahkan masyarakat dapat ikut mengawasi terpeliharanya sarana dan prasarana yang ada didaerahnya sehingga pelaksana pembangunan tidak lagi berdasarkan keinginan tertentu yang dititp maksud tertentu.

  1. Sistem Komunikasi

    Untuk pelaksanaan semua ini diatas tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan untuk itu kami mendorong komunikasi antar pemerintah, swasta dan masyarakat dalam melahirkan pemerintahan yang baik (GOOD GOVERNANCE) dimana pemerintah sebagai fasilitator dalam menjembatani kedekatan antara masyarakat dengan pengusaha dan pemerintah itu sendiri untuk secara bersama-sama dalam menjalankan kegiatan dengan melibatkan berbagai STAKEHOLDER atau orang-orang yang berkepentingan untuk memikirkan, menjalankan, serta mengawasi jalannya pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan disamping itu tetap meningkatkan evaluasi dan pengawasan dalam penyelenggaraan pemerintahan dalam rangka melahirkan suatu kebijakan/program yang dapat diterima dengan baik oleh semua unsur sehingga RUANG GERAK KORUPSI KOLUSI DAN NEPOTISME tidak ada lagi sehingga keraguan masyarakat terhadap pemimpinnya tidak ada lagi.

  2. Evaluasi dan Pengawasan

    Meningkatkan evaluasi dan pengawasan dalam penyelenggaraan pemerintahan dengan meningkatkan unsur-unsur terkait dalam rangka melahirkan suatu kebijakan/program yang dapat diterima dengan baik oleh masyarakat tanpa terindikasi adanya korupsi, kolusi dan nepotisme, dan tetap menerima masukan kearah yang lebih baik sehingga kebijakan-kebijakan berikutnya menjadi harapan masyarakat secara menyeluruh guna meneguhkan amanah yang diemban, maka beberapa komitmen yang akan dilaksanakan secara bertanggung jawab.

    Guna melengkapi program utama maka ada baiknya beberapa program turunan dikemukakan disini sebagai pelengkap dari yang sudah dikemukakan sebagai berikut :

    a. Program Kesejahteraan

      1. Penciptaan lembaga keuangan untuk usaha kecil menengah dan koperasi (koperasi/BMT disetiap desa)

      2. Program penciptaan wira usaha baru

      3. Program melipatgandakan dan bergulir untuk permodalan dalam UKM

      4. Program pertanian dan industri pertanian yang berdaya saing tinggi yang mewujudkan kesehatan petani

      5. Percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat kepulauan

      6. Peningkatan kesejahteraan guru dan petugas medis serta petugas lapangan lainnya

      7. Penciptaan peningkatan kesejahteraan masyarakat daerah pengunungan melalui konsep agroforestri dan agrosifipastura

      8. Mengupayakan pengelolaan dakwah dengan melibatkan seluruh elemen organisasi keagamaan

      9. Pemberian insentif kepada para Muballiq dan Guru Mengaji serta Pemandi Jenazah

      10. Pengangkatan pegawai honorer guru dan guru honorer sukarela menjadi Pegawai Negeri Sipil menurut skala perioritas

      11. Imam Masjid, Guru Mengaji, dan Muballigh, Kepala Desa dan Kepala Dusun/Lingkungan diapresiasi sesuai prestasi yang dimiliki

      12. Pemberian subsidi sarana produksi dalam bidang pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan

b. Sub Program Pelayanan Publik

  1. Program infrastruktur secara menyeluruh yaitu jalan, gedung, olahraga, dan kesenian, air minum dan lain-lain

  2. Pengelolaan keuangan daerah yang transparan dan akuntabel

  3. Menciptakan aparatur pemerintahan yang bersih dan beribawa melalui pembinaan SDM dan berintegritas

  4. Pemberdayaan aparatur pemerintahan sesuai kompetensi yang dimilikinya

  5. Pemberian beasiswa bagi siswa SMU, SMK, MAN yang berprestasi tetapi tidak mempunyai kemampuan ekonomi untuk melanjutkan studi

  6. Pengelolaan rumah sakit dan Puskesmas, Pustu, Poskesda, Desa dan Dusun

  7. Pemberian tenaga-tenaga medis sampai ke pelosok Desa dan Dusun

  8. Pemberian subsidi pengobatan kepada masyarakat tidak mampu

  9. Promosi PNS terutama bagi mereka yang berprestasi dalam peningkatan karir berdasarkan kompetensi yang dimiliki

  10. Pembangunan sarana ibadah, pesantren dan sekolah bertaraf internasional

  11. Pemberantasan buta aksara Al’Quran

  12. Mewujudkan pelayanan publik One Stop Service, menyederhanakan prosedur ijin-ijin usaha dan lain-lain

  13. Pendirian baruga anak taqwa setiap Desa

  14. Penyediaan kendaraan angkutan anak sekolah dan ambulance gratis

  15. Perbaikan pengawasan pengelolah keuangan daerah

  16. Pelestarian seni budaya dan adat istiadat serta nilai-nilai luhur

  17. Peningkatan pemasokan air bersih/minum untuk mencukupi masyarakat Sinjai

 c. Substansi Program Daya Saing

  1. Kerjasama pengembangan antara Pemkab, Pemprov, Pusat dan dunia Internasional.

  2. Program komoditi unggulan per wilayah Kecamatan.

  3. Pembangunan kawasan agroindustri perikanan dan pembangunan pusat buah-buahan.

  4. Pembangunan system pengairan berbasis pemanfaatan gaya grafitasi guna peningkatan produktivitas pertanian.

  5. Penciptaan desa wisata, desa mandiri energy, desa industri agar mampu menjadi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi.

  6. Pendirian Balai Latihan Kerja (BLK) yang berbasis agro industri.

  7. Pendirian kebun wisata buah-buahan.

  8. Pendirian politeknik perikanan bertaraf internasional.

  9. Pembangunan pusat budaya ikan kerapu system terapung, yang berorientasi ekspor beserta perangkat pendukung berupa pembangunan pusat pembenihan ikan kerapu yang didukung dengan balai penelitian dan pengembangan ikan kerapu di wilayah Kecamatan Pulau Sembilan.

 

Komentar Facebook

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*