Berkat Beasiswa,  Putra Asal Tellulimpoe Ini Berhasil Raih Gelar Master di Perguruan Tinggi Amerika Serikat

Berkat Beasiswa, Putra Asal Tellulimpoe Ini Berhasil Raih Gelar Master di Perguruan Tinggi Amerika Serikat

Salah seorang putera asal Kabupaten Sinjai bernama Arifuddin Balla baru saja menyelesaikan pendidikan master (S2) di Southern Illinois University (SIU) Carbondale Amerika Serikat.

Ia pun resmi menyandang gelar MA (Master of Art) pada tanggal 11 Mei 2019 lalu dengan menuntaskan dua jurusan (double major) sekaligus yakni Linguistics dan TESOL (Teaching English to Speakers of Other Languages).

Pria yang akrab disapa Arief Balla ini berhasil menyelesaikan studinya di negeri Paman Sam ini berkat beasiswa Fulbright yang diterimanya dari Pemerintah Amerika Serikat sejak tahun 2017.

Arief yang merupakan alumni SMAN 9 Tellulimpoe dan berasal dari keluarga yang kurang berada ini menceritakan bahwa beasiswa yang diterimannya ini sangat membantu pendidikannya karena biaya pendidikan di Amerika Serikat sangat mahal.

“Saya pikir saya tidak akan sanggup melanjutkan pendidikan disana tanpa beasiswa. Soalnya mahasiswa disanapun banyak yang harus pinjam agar bisa melanjutkan pendidikan dan harus mereka bayar kembali ketika sudah selesai,” katanya melalui pesan WhatsApp, Jumat (7/6/19).

Untuk memperoleh beasiswa tersebut butuh proses dan persiapan. Sebab ada syarat-syarat yang harus dipenuhi dan tidak sedikit yang mendaftar sehingga beasiswanya menjadi kompetitif.

Ketika ditanya soal pengalamannya selama kuliah disana, Arief membeberkan bahwa ia sangat menikmati sistem pendidikan perguruan tinggi di amerika Serikat yang memang terbaik di dunia.

Salah satu penerapan sistem pendidikan yang sangat ia sukai adalah disiplin, toleransi, profesionalitas, dan respek (penghargaan terhadap perbedaan pendapat) sebagaimana juga penghargaan terhadap ide-ide.

“Saya kira kita perlu banyak belajar terutama soal respek, terlepas dari apapun latar belakang seseorang. Dari sisi sosial budaya, saya banyak sekali berbaur dengan teman-teman dari seluruh dunia. Tentu pertemanan ini seperti membuka keran dan memeriksa informasi (stereotipe) yang sudah ada di kepala,” ungkap Arief yang kini tengah menikmati waktu lebaran bersama orang tuanya di Dusun Toribi Desa Kalobba Kecamatan Tellulimpoe.

Arief yang menyelesaikan pendidikan S1 di Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris UIN Makassar kini berencana menerbitkan dua buku kumpulan esai dan mendaftar untuk menjadi dosen di Perguruan Tinggi atau mencari lowongan kerja di lembaga Kementerian.

“Sambil cari kerja, saya juga berencana menerbitkan dua buku serta cari informasi beasiswa pendidkan doktor Ph.D,” tambahnya. (AaN)

About Aan