Sabtu, 22 September 2018
Kasus Perikanan dan Tambang Ilegal Jadi Perkara Trend di PN Sinjai

Kasus Perikanan dan Tambang Ilegal Jadi Perkara Trend di PN Sinjai

Trend perkara yang ditangani oleh Pengadilan Negeri Sinjai mengalami perubahan, jika sebelumnya kasus yang ditangani kebanyakan kasus konvensional, maka saat ini kasus yang sering terjadi yakni kasus perikanan.

Ketua Pengadilan Negeri Sinjai, H. Abdullah Mahrus saat menghadiri Rapat Koordinasi terpadu Bidang Pemerintahan di Ruang Pola kantor Bupati Sinjai, Rabu (11/4/18) mengatakan bahwa hingga saat ini Pengadilan Negeri Sinjai telah memutus satu perkara terkait perikanan dan saat ini terdapat dua kasus lagi yang sementara berjalan.

Olehnya itu dihadapan Para kepala perangkat daerah, Camat, Lurah dan Kepala Desa se-Kabupaten Sinjai, Abdullah berharap kepada instansi terkait untuk lebih intens melakukan sosialisasi dan pembinaan kepada para nelayan di Sinjai.

“Untuk menghindari kasus serupa, mohon kiranya Dinas Perikanan untuk meningkatkan pembinaan dan sosialisasi kepada nelayan tentang bahaya penggunaan bom ikan dilaut,” jelasnya.

Menurutnya, penggunaan bom ikan ini sangat merusak sumber daya laut sebab dapat menghancurkan terumbu karang yang merupakan habitat hidup sejumlah spesies ikan laut.

Selain itu kata Mahrus, trend perkara yang mengalami peningkatan di Pengadilan negeri Sinjai adalah kasus ilegal mining atau tambang ilegal yang sifatnya tradisional, dimana para penambang hendaknya memperhatikan berbagai persyaratan baik itu izin wilayah, ekplorasi maupun izin produksi.

“Ketika kita periksa dia sudah melakukan pengurusan perizinan tapi izinnya tidak terbit-terbit, alasannya sudah diambil alih oleh propinsi,” jelasnya.

Untuk itu perlu adanya koordinasi dan sinergi yang baik antara instansi terkait dalam hal ini Pelayanan terpadu satu Pintu (PTSP) dengan para penambang sehingga mereka tidak terjerat hukum. (AaN)

Komentar Facebook

About Aan