Kamis, 18 Oktober 2018

SIARAN PERS Tentang Go Digital, Cara Baru Wariskan Nilai dan Keahlian Dalang

Siaran Pers No. 227/HM/KOMINFO/09/2018

Tanggal 18 September 2018

Tentang

Go Digital, Cara Baru Wariskan Nilai dan Keahlian Dalang

Upaya mewujudkan Indonesia menjadi “The Digital Energy of Asia” menjadi fokus Kementerian Komunikasi dan Informatika. Tidak hanya dalam peningkatan sektor ekonomi digital, namun juga dalam mendorong pewarisan nilai dan tradisi agar dapat membentuk karakter bangsa lebih mandiri.

Bersama Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI), Kementerian Kominfo mendorong agar Gerakan “Dalang Go Digital” bisa mengoptimasikan teknologi informasi dan komunikasi untuk menyebarluaskan konten wayang serta mewariskan pedalangan kepada Dalang Bocah dan Muda.

“Banyak yang melakukan digitalisasi pertunjukan wayang, boneka wayang, naskah dan informasi lain yang berkaitan dengan wayang. Bahkan ada “live streaming” pergelaran wayang yang bisa dinikmati penggemar dari mana saja dan kapan saja,” kata Ketua Umum PEPADI Pusat Kondang Sutrisno, dalam Konferensi Pers tentang Gerakan Dalang Go Digital di Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, Selasa (18/09/2018).

Menurut Sutrisno, wayang bisa menjadi sarana pendidikan nilai dan budi pekerti bagi anak-anak dan generasi muda. “Dengan budi pekerti yang unggul diharapkan Indonesia mampu mengejar ketertinggalan dengan bangsa lain,” ungkapnya.

Sutrisno mengatakan berbagai gaya pedalangan juga bisa diakses melalui internet dan menjadi media pembelajaran bagi dalang muda.  “Bisa kita akses melalui youtube dan media sosial. “Dalang Bocah dan Dalang Muda belajar mendalang sabet, catur, keprakan, sulukan dari rekaman Dalang-Dalang senior yang menjadi panutannya. Dan generasi Dalang milenial sudah tentu menggunakan media sosial sebagai media eksistensi, promosi dan publikasi setiap pergelaran serta pergelutanya setiap hari di dunia wayang,” jelasnya.

Sutrisno menegaskan Gerakan Dalang Go Digital mampu membuat pelaku seni pedalangan mendunia. “Wayang bisa dikenal meluas bahkan mendunia yang notabene meningkatkan pendapatan dalang, sinden, pengrawit, pengrajin wayang, pengrajin gapit, pengrajin gamelan, dan para pengusaha penyedia peralatan pergelaran wayang,” ungkapnya.

Meskipun demikian, ada potensi penjilplakan karya seni dan mematikan kreatifitas pedalangan. “Ada dampak kurang menguntungkan terhadap maraknya “penjiplakan karya” sanggit lakon, ginem wigati, garap iringan dari dalang satu dengan dalang lainya, karena tidak HAKI. Seringnya Penayangan pergelaran di Youtube juga mematikan kretaifitas Dalang, karena materi yang di jual ke penonton sudah bocor atau ditiru Dalang lain,” tuturnya.
Festival Dalang Bocah

PEPADI Pusat, dan Pengelola Taman Mini Indonesia Indah dan pemangku kepentingan lainya akan menyelenggarakan Festival Dalang Bocah (FDB) dan Festival Dalang Remaja Tingkat Nasional Tahun 2018. Acara yang berlangsung pada tanggal 20 s.d. 23 September 2018 itu akan digelar di Pelataran Candi Bentar TMII Jakarta Timur.

Festival ini akan diikuti oleh Dalang Cilik dan Dalang Muda berprestasi. Adapun kriteria Dalang Bocah antara lain masih berada di satuan pendidikan tingkat SD, SMP antara umur 8 -12 Tahun (kelompok A), umur 13-15 Tahun ( kelompok B). Sedangkan Kriteria Dalang Muda yakni antara kelas 1 SMA – Mahasiswa antara umur 17 – 20 Tahun (kelompok A), umur 21 – 30 Tahun (kelompok B). Peserta diharapkan dari berbagai provinsi di Indonesia. Festival ini akan mempergelarkan berbagai ragam wayang antara lain; Wayang Kulit Purwa (Gagrak Surakarta, Yogyakarta) Wayang Kulit Jawatimuran, Wayang Kulit Banyumasan, Wayang Kulit Cirebonan, Wayang Kulit Betawi, Wayang Golek Purwa, Wayang Golek Cepak, Wayang Kulit Indramayu, dan Wayang Banjar.

Tahun ini, Festival Dalang Bocah digelar untuk ke-9 kali, sejak pertama kali digelar tahun 2008. Jejak digital pelaksaan Festival bisa diliat di http://www.dalangbocah.com. “Kami mengharapkan dukungan dari kementerian/lembaga dan stakeholders terkait sebagai upaya bersama menumbuhkan kepedulian terhadap budaya bangsa,” kata Sutrisno.

Ferdinandus Setu
Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo
e-mail: humas@mail.kominfo.go.id
Telp/Fax : 021-350402
Twitter @kemkominfo FB: @kemkominfo IG: @kemenkominfo

Komentar Facebook

About Haryanti Arief